, , ,

Lampung Unggul Pemenuhan Gizi Catat 69% Dapur Gizi Operasional Aktif

oleh -1090 Dilihat
oleh

LAmpung – Lampung Unggul Pemenuhan kembali mencatat prestasi membanggakan dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, sebanyak 69 persen dapur gizi di seluruh kabupaten dan kota kini beroperasi aktif, menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah dengan tingkat pemenuhan gizi terbaik di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Reihana, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah daerah yang konsisten menjalankan program gizi terpadu. “Kami bersyukur upaya bersama ini mulai menunjukkan hasil positif. Lampung kini tidak hanya fokus pada penurunan stunting, tetapi juga pada ketahanan gizi masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya di Bandar Lampung, Senin (11/11).

Lampung Unggul Pemenuhan
Lampung Unggul Pemenuhan

 

Baca juga : Toyota Bakal Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung, Nilai Investasi Rp 2,5 Triliun

 

Menurut Reihana, dapur gizi berfungsi sebagai pusat penyediaan dan distribusi makanan bergizi bagi masyarakat rentan, terutama ibu hamil, balita, dan lansia. Setiap dapur gizi dilengkapi dengan tenaga kesehatan yang terlatih dalam menyusun menu sesuai kebutuhan nutrisi serta bahan pangan lokal yang mudah dijangkau.

“Dengan aktifnya 69 persen dapur gizi, masyarakat kini lebih mudah mendapatkan akses makanan sehat dan bergizi. Kami terus dorong agar di akhir tahun 2025 seluruh dapur gizi bisa beroperasi 100 persen,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Pemerintah kabupaten/kota di Lampung turut berperan besar dalam memastikan keberlanjutan program ini.

Bupati Pringsewu, Sujadi, mengatakan bahwa dapur gizi menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Hasil panen kemudian digunakan sebagai bahan makanan dapur gizi.

Turunkan Stunting dan Cegah Gizi Buruk

Berdasarkan hasil survei nasional, angka stunting di Lampung menurun signifikan dari 19,7 persen pada tahun 2022 menjadi 16,4 persen pada tahun 2024. Penurunan ini tak lepas dari aktifnya program intervensi gizi, baik spesifik maupun sensitif, termasuk keberadaan dapur gizi yang membantu menyediakan makanan sehat untuk anak-anak.

“Lampung menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa menghasilkan dampak nyata.

Selain menekan angka stunting, program dapur gizi juga berkontribusi dalam menekan kasus gizi buruk dan anemia pada ibu hamil. Data Dinas Kesehatan mencatat, kasus gizi buruk di Lampung menurun hingga 30 persen dalam dua tahun terakhir.

Edukasi Gizi Seimbang dan Kemandirian Pangan

Selain menyediakan makanan, dapur gizi juga difungsikan sebagai tempat edukasi.

Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kemandirian pangan keluarga. “Kami ingin masyarakat tidak bergantung pada bantuan, tapi mampu memenuhi kebutuhan gizi dari hasil tanam sendiri,” tutur Reihana.

Harapan ke Depan

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh dapur gizi di 15 kabupaten/kota dapat beroperasi penuh pada tahun 2026.

“Dengan dukungan teknologi, distribusi bahan makanan bisa lebih cepat dan transparan. Ini penting agar tidak ada dapur gizi yang kekurangan suplai,” jelas Reihana.

Ketika gizi terpenuhi, masa depan bangsa ikut kuat.”

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.