, , ,

Kepsek SMP 13 Lampung soal Siswinya Putus Sekolah gegara Dibully

oleh -1190 Dilihat
oleh

Lampung – Kepsek SMP 13 Lampung yang memutuskan untuk putus sekolah karena menjadi korban bullying tengah menjadi sorotan publik.


Kronologi Kasus

Peristiwa ini berawal dari laporan keluarga siswi yang mengalami tekanan mental akibat bullying yang dialaminya di lingkungan sekolah. Dampak dari perlakuan tidak menyenangkan tersebut membuat siswi merasa tidak nyaman dan akhirnya memilih untuk berhenti sekolah demi menjaga kesehatan mentalnya.


Pernyataan Kepala Sekolah

Kepsek SMP 13
Kepsek SMP 13

Baca Juga : Tim Pencari Fakta Komnas HAM Cs Langsung Selidiki Demo Ricuh Agustus

Kepala Sekolah SMP 13 Lampung menegaskan bahwa pihak sekolah sangat menyesalkan kejadian ini dan berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti kasus bullying yang terjadi.

“Kami sangat prihatin atas apa yang dialami siswi kami. Sekolah sudah berupaya melakukan pendekatan dan mediasi antara pihak yang bersangkutan, namun kami juga memahami betapa beratnya tekanan yang dirasakan korban,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pihak sekolah tengah memperkuat program anti-bullying dan memberikan pendampingan psikologis bagi para siswa agar kejadian serupa tidak terulang.


Langkah-Langkah yang Dilakukan Sekolah

Untuk mengatasi dan mencegah bullying, sekolah telah melakukan beberapa hal, antara lain:

  • Meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya sikap saling menghargai antar siswa.

  • Mengadakan pelatihan bagi guru dan staf untuk mengenali tanda-tanda bullying dan menangani dengan tepat.

  • Menyediakan layanan konseling psikologis bagi korban dan pelaku bullying.

  • Mengajak orang tua untuk turut berperan aktif dalam pengawasan dan mendukung anak-anaknya.


Harapan dari Semua Pihak


Penutup

 Semoga kasus ini menjadi momentum perubahan positif dalam dunia pendidikan di daerah tersebut.

Siswi tersebut dilaporkan mengalami tekanan mental yang berat akibat perlakuan bullying yang dilakukan oleh teman-temannya di lingkungan sekolah. Dampak dari intimidasi ini membuatnya merasa tidak nyaman dan tertekan hingga memutuskan untuk berhenti sekolah demi menjaga kesehatan mentalnya.

Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terhadap bullying. Kami juga sudah melakukan pendampingan kepada korban dan pihak terkait,” ujar Kepsek.

Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah sedang memperkuat program anti-bullying serta meningkatkan edukasi kepada siswa agar saling menghargai satu sama lain.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.