Lampung – Jelang Musim Hujan Aroma pedas kini bukan hanya berasal dari cabai, tapi juga dari harganya. Menjelang musim hujan tahun ini, harga cabai dan tomat di sejumlah pasar tradisional Surabaya mengalami lonjakan tajam. Pedagang mengeluh, pembeli menjerit, sementara dapur rumah tangga ikut “panas”.
Pantauan di Pasar Wonokromo dan Pasar Pucang Anom, harga cabai rawit merah tembus hingga Rp 80 ribu per kilogram, naik hampir dua kali lipat dari bulan lalu yang masih di kisaran Rp 45 ribu. Sementara cabai merah besar kini dijual sekitar Rp 65 ribu per kilogram, dan tomat yang biasanya Rp 8 ribu kini mencapai Rp 15 ribu per kilogram.
“Naik terus, Mas. Sekarang beli cabai satu ons saja mikir dua kali. Biasanya Rp 5 ribu dapat banyak, sekarang cuma segenggam,” keluh Siti Rahmah (42), ibu rumah tangga asal Tambaksari, Selasa (28/10).
Pasokan Seret dari Daerah Penghasil
Baca Juga : Kabid Pemprov Sulbar Tewas Usai Mobil Dinas Tabrak Jembatan Arteri
Lonjakan harga ini disebabkan oleh menurunnya pasokan dari sentra pertanian Jawa Timur bagian selatan seperti Malang, Blitar, dan Banyuwangi. Curah hujan yang mulai meningkat membuat banyak petani gagal panen dan hasil panennya menurun drastis.
“Sudah dua minggu ini pasokan cabai rawit telat datang. Banyak petani bilang cabainya busuk di pohon karena hujan terus,” ujar Halim (50), pedagang sayur di Pasar Wonokromo.
Selain faktor cuaca, biaya distribusi juga ikut naik akibat kenaikan harga bahan bakar dan berkurangnya armada pengiriman dari daerah. Kondisi ini membuat pedagang di Surabaya kesulitan menjaga stabilitas harga.
Tomat Ikut Naik, Pedagang Sayur Pusing
Bukan hanya cabai, harga tomat dan bawang merah juga ikut merangkak naik. Tomat yang biasanya melimpah kini mulai langka karena tanaman mudah rusak saat curah hujan tinggi.
“Tomat itu kalau kena hujan terus cepat busuk, jadi petani banyak yang rugi. Sekarang stok dari Malang dan Kediri berkurang,” jelas Halim.
Akibatnya, banyak pedagang memilih mengurangi stok barang agar tidak menanggung kerugian jika harga tiba-tiba turun atau barang cepat rusak.
Dapur Rumah Tangga Kian Hemat
Kenaikan harga bumbu dapur ini membuat banyak warga Surabaya mulai berhemat dalam penggunaan cabai dan tomat. Tak sedikit yang mulai mencari alternatif lain seperti cabai bubuk, sambal instan, atau tomat kalengan.
Menanggapi lonjakan harga ini, Dinas Perdagangan Kota Surabaya bersama Bulog dan Dinas Pertanian berencana melakukan operasi pasar dan penyaluran cabai murah di beberapa titik strategis ini.
